Posted on Mei
Bogor – Pada tanggal 30 April 2011 lalu bertempat di FKH IPB diadakan Grand Launching VISI angkata III. Dalam acara tersebut hadir Prof. dr.drh Bambang Pontjo Pryosoerianto, Ph.D selaku Pembina IMAKAHI, Dr.drh. Heru Setijanto selaku Sekjen PB PDHI, dan drh. Wiwiek Bagja selaku ketua PB PDHI.
Acara dimulai dengan pembukaan, sambutan dari Direktur VISI Gita Tri W, sambutan dari Pembina IMAkAHI, sambutan dari SEKJEN PB PDHI, games ,dan materi dari drh.Wiwiek Bagja yang berjudul Profesi Dokter Hewan di Indonesia.
Beliau mengatakan bahwa hal pertama ynag harus dilakukan adalah mengenal kedokteran hewan. Kedokteran Hewan merupakan bidang ilmu yang hampir tuanya dengan kedokteran manusia. Pada awalnya ia merupakan pengembangan dari ilmu kedokteran yang memerlukan perbandingan (comparative medicine) serta memerlukan hewan coba untuk menemukan penyembuhan penyakit manusia. Profesi ini selanjutnya dikenal sebagai profesi Veteriner . selain itu juga harus memahami dan mengerti kedudukan kedokteran hewan. Hampir di seluruh negara di dunia, Ilmu Kedokteran Hewan sering diposisikan bersama dalam kelompok Ilmu Pertanian dikarenakan hewan-hewan yang penting bagi kehidupan manusia utamanya adalah hewan-hewan terkait pertanian yaitu TERNAK (sebagai penghasil pangan asal hewan berupa daging, susu dan telur) dan produksi ternak lainnya sebagai komoditi perdagangan/ekonomi. Namun sebenarnya ilmu kedokteran hewan berkembang dari ilmu kedokteran manusia.
Profesi veterinary sama dengan profesi medis, dimana sama –sama untuk menyembuhkan penyakit. VETERINER didefinisikan sebagai segala urusan yang berkaitan dengan HEWAN dan PENYAKIT – PENYAKITNYA, sedangan kedokteran manusian hanya menaggulangi penyakit manusia. Di Indonesia ,dalam KEPMENDIKBUD no.411/U/1994 tentang Kurikulum Nasional Program Sarjana Ilmu Pertanian dikenal Program yang diselenggarakan sesuai dengan Tataan Pohon Ilmu, yang terdiri dari Pohon Ilmu, Batang Ilmu dan Cabang Ilmu. Program Sarjana Ilmu Pertanian di Indonesia dinyatakan terdiri atas 6 Batang Ilmu yaitu : 1).Ilmu Pertanian 2).ILMU PETERNAKAN 3).Ilmu Perikanan 4).Ilmu Kehutanan 5). Ilmu Teknologi Pertanian dan 6). KEDOKTERAN HEWAN
kedudukan hewan bagi manusia terlihat dari adanya ilmu –ilmu yang khusus mempelajari dan memanfaatkan HEWAN yaitu : Ilmu Biologi (Fakultas Biologi), Ilmu Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Kehutanan – Satwa Liar (Fakultas Kehutanan), Ilmu Perikanan/Kelautan – Satwa Aquatik (Fakultas Perikanan), Ilmu Kedokteran Hewan (Fakultas Kedokteran Hewan) .
profesi kedokteran hewan (veteriner) ada yang mengambil Centaur (manusia berbadan kuda) atau Aesculapius sedangkan
Sejarah kata Veteriner ada dari zaman romawi yaitu“souvetaurilia” , sou-vetaurinarii”. Kemungkinan dari terminology lain yaitu dikenal hewan beban sebagai “veterina” dan suatu kamp penyimpanan hewan-hewan tersebut disebut “veterinarium”. Term “veterinarii” juga digunakan pada dukumen kuno sebagai “orang yang memiliki kekebalan khusus” karena memiliki “kompetensi khusus. Dari berbagai literature lain yang juga membahas istilah “Veterinarius“ diartikan sebagai orang-orang yang mengurus hewan beban/hewan pekerja.
Pengguna jasa dokter hewan adalah pemilik hewan dimana kepemilikan hewan oleh manusia didasarkan pada beberapa hal: memiliki nilai ekonomi/ profit , nilai psikologis dan empati bagi pemilik perorangan (hewan hobby/ hewan kesayangan/companion animal) , mempunyai fungsi pendukung khusus bagi negara (pengamanan dan penertiban) misalnya anjing pelacak dan kuda penertib dikeramaian (hewan pekerja milik negara), memiliki status khusus berdasarkan kesepakatan internasional sehingga merupakan satwa dilindungi (hewan/satwa konservasi) , diperlukan untuk kemajuan penelitian ilmu kedokteran /pengetahuan lainnya (hewan laboratorium ).
Lapangan kerja yang dapat digeluti lulusan kedokteran hewan antara lain : Food technology , Food inspection , Food hygiene , Consumer protection , Laboratories, Legislation, Artificial breeding , Zoos , Laboratory animals , Animal Welfare , Zoonoses , Veterinary medicine , Clinical health care, Disease control , Exotic diseases , Epidemiology , Quarantine , Livestock and animal products , Aquaculture , Wildlife , Environmental protection, Nutrition , Parasitology , Teaching , Research and development , Livestock marketing , Publications , Economics , Import animal production, Livestock industry organizations, Administration, International Cooperation, dan Professional organizations.
Stelelah materi dari drh. Wiwiek, ada beberapa pertanyaan seperti tentang kejenuhan profesi, kesulitan menangani suatu kasus dan persaingan dunia kedokteran hewan di dunia. Semua pertanyaan dijawab sesuai pengetahuan beliau. Acara terakhir yaitu coffe break,hiburan dan games untuk meramaikan suasana.
Senin, 23 Mei 2011
Kuliah VISI III yang ke-2 : Pengenalan Organisasi sejenis, Mencari Link dan Menjalin Kerjasama
Posted on Mei
Bogor- Sabtu kemarin, 21 Mei 2011 bertempat di FKH IPB RK. Klinik diadakan kuliah VISI yang ke-2 mengenai organisasi sejenis dan bagaimana mencari link dan menjalin kerjasama. Kuliah mengenai organisasi sejenis disampaikan oleh Andi Yekti Widodo,SKH, yang sekarang sedang menempuh PPDH di IPB.
Organisasi mahasiswa dibagi menjadi organisasi intra-kampus ( BEM, DPM/BLM/senat Mahasiswa, Himpro/UKM/Hima dll), ekstra-kampus (KAMMI, HMI, PMMI, dll) dan antar-kampus (IOMS, IMS, IMJS). Organisasi intra dan ekstra kampus memiliki hubungan dimana anggotanya adalah mahasiswa dari suatu perguruan tinggi, dan hungungan antar kampus meliputi beerapa perguruan tinggi yang menjalin suatu hubungan untuk mencapai satu suara nasional. Pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diatur dalam kep. Mendikbud RI No 155/U/1998, yaitu Organisasi kemahasiswaan intra-perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi, b.Organisasi kemahasiswaan antar perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa untuk menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, c.Organisasi kemahasiswaan antar perguruan tinggi yang sejenis menyesuaikan dengan bentuk kelembagaannya. Organisasi antar kampus sama dengan organisasi mahasiwa sejenis. Contohnya ISMKI (Fakultas Kedokteran),IMAKAHI ( Fakultas Kedokteran Hewan), IMILKI (Keperawatan), ILMAGI (Ilmu Gizi), ISMAFARSI (Fakultas Farmasi), JMKI (mahasiswa Kesehatan), dll. IOMS ( Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis) mewakili perab-peran strategis nasional dalam menghadapi isu-isu di bidang kesehatan, pertanian,dll. IMAKAHI sebagai salah satu IOMS memiliki peranan di banyak bidang dengan tujuan pencapaian isu Nasional. Untuk itu diperlukan manejemen organisasi agar dapat mengefisiensikan pemanfaatan sumber daya sehingga dapat mencapai tujuan bersama.
Materi kedua disampaikan oleh Benedictus Bobby Cristian mengenai mencari link dan menjalin kerjasama. Kerjasama dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu kerjasama dalam bidang sponsorship, pendidikan, dll. Menjalin kerjasama dan menjalin link diperlukan keahlian berkomunikasi yang baik satu sama lain sehingga kerjasama tersebut dapat mencapai suatu kesepakatan antara kedua belah pihak. Kerjasama harus dapat menguntungkan keduanya. Contoh suatu organisasi mengadakan kerjasam dengan perusahaan, harus dapat meyakinkan perusahaan tersebut keuntungan yang diperoleh dari kerjasama yang dilakukan, misalnya promosi. Intinya diperlukan pemahaman tentang posisi dan kondisi masing-masing agar dapt mencapai suatu kesinergisan.
Bogor- Sabtu kemarin, 21 Mei 2011 bertempat di FKH IPB RK. Klinik diadakan kuliah VISI yang ke-2 mengenai organisasi sejenis dan bagaimana mencari link dan menjalin kerjasama. Kuliah mengenai organisasi sejenis disampaikan oleh Andi Yekti Widodo,SKH, yang sekarang sedang menempuh PPDH di IPB.
Organisasi mahasiswa dibagi menjadi organisasi intra-kampus ( BEM, DPM/BLM/senat Mahasiswa, Himpro/UKM/Hima dll), ekstra-kampus (KAMMI, HMI, PMMI, dll) dan antar-kampus (IOMS, IMS, IMJS). Organisasi intra dan ekstra kampus memiliki hubungan dimana anggotanya adalah mahasiswa dari suatu perguruan tinggi, dan hungungan antar kampus meliputi beerapa perguruan tinggi yang menjalin suatu hubungan untuk mencapai satu suara nasional. Pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diatur dalam kep. Mendikbud RI No 155/U/1998, yaitu Organisasi kemahasiswaan intra-perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi, b.Organisasi kemahasiswaan antar perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa untuk menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, c.Organisasi kemahasiswaan antar perguruan tinggi yang sejenis menyesuaikan dengan bentuk kelembagaannya. Organisasi antar kampus sama dengan organisasi mahasiwa sejenis. Contohnya ISMKI (Fakultas Kedokteran),IMAKAHI ( Fakultas Kedokteran Hewan), IMILKI (Keperawatan), ILMAGI (Ilmu Gizi), ISMAFARSI (Fakultas Farmasi), JMKI (mahasiswa Kesehatan), dll. IOMS ( Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis) mewakili perab-peran strategis nasional dalam menghadapi isu-isu di bidang kesehatan, pertanian,dll. IMAKAHI sebagai salah satu IOMS memiliki peranan di banyak bidang dengan tujuan pencapaian isu Nasional. Untuk itu diperlukan manejemen organisasi agar dapat mengefisiensikan pemanfaatan sumber daya sehingga dapat mencapai tujuan bersama.
Materi kedua disampaikan oleh Benedictus Bobby Cristian mengenai mencari link dan menjalin kerjasama. Kerjasama dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu kerjasama dalam bidang sponsorship, pendidikan, dll. Menjalin kerjasama dan menjalin link diperlukan keahlian berkomunikasi yang baik satu sama lain sehingga kerjasama tersebut dapat mencapai suatu kesepakatan antara kedua belah pihak. Kerjasama harus dapat menguntungkan keduanya. Contoh suatu organisasi mengadakan kerjasam dengan perusahaan, harus dapat meyakinkan perusahaan tersebut keuntungan yang diperoleh dari kerjasama yang dilakukan, misalnya promosi. Intinya diperlukan pemahaman tentang posisi dan kondisi masing-masing agar dapt mencapai suatu kesinergisan.
Selasa, 22 Juni 2010
"Sungguh, ketika aku dihadapkan pada dua pilihan: membangun manusia atau membangun sistem, maka aku akan membangun manusia terlebih dahulu"
Tidak diragukan lagi, perubahan itu memang seharusnya dimulai dari perubahan pada aspek pelaku perubahan, yaitu manusia. Sehingga, membangun great organization berarti membngun great people. Membangun great system berarti membangun great people. Memulai dari manusia kemudian faktor eksternal di luar itu akan secara otomatis menyertai. Semoga paradigma berfikir seperti itulah yang kemudian seharusnya menjadi paradigma berfikir semua pihak yang berkecimpung dalam manajemen sumber daya manusia, khususnya di kelembagaan kampus.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayah-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Apa kabar Saudaraku? Ketika jalan untuk memperjuangkan profesi Veteriner di negeri ini masih terlihat sangat panjang, maka bersyukurlah karena kita masih hidup seiring berkembangnya jalan ini. Jalan yang mungkin pahit, karena sesungguhnya surga Allah itu manis. Senang rasanya ketika teman-teman akhirnya mampu memaknai salah satu dari sisi perjuangan profesi kita di tingkat mahasiswa, yaitu pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada atau terlibat di dalamnya. Sehingga tercipta calon dokter hewan yang bangga dengan profesinya, siap berkiprah dalam dunia kesehatan hewan Indonesia, serta siap terhadap tantangan globalisasi.
Jim Collins menuliskan dalam bukunya;”no matter how much you have achieved, you will always be merely good relative to what you can become. Greatness is an inherently dynamic process, not an end point.” Beberapa hal yang membedakan ‘good’ dengan ‘great’ adalah “time” dan “ending point”. ‘Good’ adalah sukses yang berjangka waktu dan memiliki ending point, sedangkan ‘great’ adalah kesuksesan berjalan, bersifat jangka panjang tanpa ada ending point. Selanjutnya, yang menarik adalah, perbedaan besar yang membedakan ‘good’ dengan ‘great’ adalah ‘people’. Great organization memberikan perhatian yang sangat besar pada sumber daya manusia (people) di dalamnya. Karena organisasi sangat menyadari bahwa manusia adalah aset utama organisasi, sedangkan selebihnya hanya sebatas alat.
Maka di FKH IPB pada awal tahun 2009 terciptalah sebuah VISI (Veterinary Integrity and Skill Improvement) sebagai bentuk kongkrit perjuangan profesi ditingkat mahasiswa, segala sesuatu tentang pengembangan kualitas sumber daya manusia, seperti yang telah diuraikan di atas. Sukses VISI di tahun pertamanya adalah sebagai pilot project yang kemudian direkomendasikan untuk dilaksanakan di FKH se-Indonesia. Sehingga memasuki tahun keduanya, 2010, jejak-jejak VISI akhirnya diikuti dengan akan berdirinya sebuah program sejenis di FKH UGM pada bulan September, dan segera menyusul di daerah Jawa Timur, tepatnya di FKH UNAIR yang saat ini sedang dalam perancangan. Semoga jejak-jejak ini kemudian dapat menjadi sebuah role model juga di FKH yang lainnya. Tentu dengan visi yang sama, yaitu demi terciptanya calon dokter hewan yang bangga dengan profesinya, siap berkiprah dalam dunia kesehatan hewan Indonesia, serta siap terhadap tantangan globalisasi.
Sungguh tidak ada sedikit pun kepentingan personal ataupun institusi di sini, karena pergerakan ini murni membawa misi yang bersih dan suci; Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Juga tidak mengharapkan sesuatu apapun dari manusia; tidak mengharapkan harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Harapan besarnya hanyalah terciptanya generasi madani kedokteran hewan yang lebih profesional dan unggul dalam kompetensinya, serta kebaikan sepenuhnya dari Allah-Pencipta alam semesta.
Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk bisa bermanfaat bagi manusia yang lain, karena kita sadar bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling besar konribusinya dan paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Kemudian yakinlah bahwa ketika kita fokus ke pengembangan SDM, maka sesungguhnya kita juga sedang berkembang. Ketika kita mengembangkan orang lain maka kita juga akan berkembang. Semoga kita bisa tetap istiqomah di jalan ini, jalan perjuangan yang mungkin akan sangat panjang, jalan yang mungkin pahit, karena sesungguhnya surga Allah itu manis. Semoga keikhlasan tetap kuat sebagai motivasi kita di jalan perjuangan ini, semoga persaudaraan tetap kuat sebagai ikatan kita di jalan perjuangan ini, dan semoga kebenaran tetap kuat sebagai ideologi kita di jalan perjuangan ini. Viva Vets!
Bogor, 20 Juni 2010-Arief Ervana, M
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayah-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Apa kabar Saudaraku? Ketika jalan untuk memperjuangkan profesi Veteriner di negeri ini masih terlihat sangat panjang, maka bersyukurlah karena kita masih hidup seiring berkembangnya jalan ini. Jalan yang mungkin pahit, karena sesungguhnya surga Allah itu manis. Senang rasanya ketika teman-teman akhirnya mampu memaknai salah satu dari sisi perjuangan profesi kita di tingkat mahasiswa, yaitu pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada atau terlibat di dalamnya. Sehingga tercipta calon dokter hewan yang bangga dengan profesinya, siap berkiprah dalam dunia kesehatan hewan Indonesia, serta siap terhadap tantangan globalisasi.
Jim Collins menuliskan dalam bukunya;”no matter how much you have achieved, you will always be merely good relative to what you can become. Greatness is an inherently dynamic process, not an end point.” Beberapa hal yang membedakan ‘good’ dengan ‘great’ adalah “time” dan “ending point”. ‘Good’ adalah sukses yang berjangka waktu dan memiliki ending point, sedangkan ‘great’ adalah kesuksesan berjalan, bersifat jangka panjang tanpa ada ending point. Selanjutnya, yang menarik adalah, perbedaan besar yang membedakan ‘good’ dengan ‘great’ adalah ‘people’. Great organization memberikan perhatian yang sangat besar pada sumber daya manusia (people) di dalamnya. Karena organisasi sangat menyadari bahwa manusia adalah aset utama organisasi, sedangkan selebihnya hanya sebatas alat.
Maka di FKH IPB pada awal tahun 2009 terciptalah sebuah VISI (Veterinary Integrity and Skill Improvement) sebagai bentuk kongkrit perjuangan profesi ditingkat mahasiswa, segala sesuatu tentang pengembangan kualitas sumber daya manusia, seperti yang telah diuraikan di atas. Sukses VISI di tahun pertamanya adalah sebagai pilot project yang kemudian direkomendasikan untuk dilaksanakan di FKH se-Indonesia. Sehingga memasuki tahun keduanya, 2010, jejak-jejak VISI akhirnya diikuti dengan akan berdirinya sebuah program sejenis di FKH UGM pada bulan September, dan segera menyusul di daerah Jawa Timur, tepatnya di FKH UNAIR yang saat ini sedang dalam perancangan. Semoga jejak-jejak ini kemudian dapat menjadi sebuah role model juga di FKH yang lainnya. Tentu dengan visi yang sama, yaitu demi terciptanya calon dokter hewan yang bangga dengan profesinya, siap berkiprah dalam dunia kesehatan hewan Indonesia, serta siap terhadap tantangan globalisasi.
Sungguh tidak ada sedikit pun kepentingan personal ataupun institusi di sini, karena pergerakan ini murni membawa misi yang bersih dan suci; Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Juga tidak mengharapkan sesuatu apapun dari manusia; tidak mengharapkan harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Harapan besarnya hanyalah terciptanya generasi madani kedokteran hewan yang lebih profesional dan unggul dalam kompetensinya, serta kebaikan sepenuhnya dari Allah-Pencipta alam semesta.
Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk bisa bermanfaat bagi manusia yang lain, karena kita sadar bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling besar konribusinya dan paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Kemudian yakinlah bahwa ketika kita fokus ke pengembangan SDM, maka sesungguhnya kita juga sedang berkembang. Ketika kita mengembangkan orang lain maka kita juga akan berkembang. Semoga kita bisa tetap istiqomah di jalan ini, jalan perjuangan yang mungkin akan sangat panjang, jalan yang mungkin pahit, karena sesungguhnya surga Allah itu manis. Semoga keikhlasan tetap kuat sebagai motivasi kita di jalan perjuangan ini, semoga persaudaraan tetap kuat sebagai ikatan kita di jalan perjuangan ini, dan semoga kebenaran tetap kuat sebagai ideologi kita di jalan perjuangan ini. Viva Vets!
Bogor, 20 Juni 2010-Arief Ervana, M
Sabtu, 19 Juni 2010
Our Next Property...

Teman-teman ini adalah desain jacket kita, dilengkapi dengan nama dan no. identitas teman-teman di VISI. Dipesan terbatas untuk angkatan 1 dan 2. Bahan kanvas, harga Rp 95.000,- bagi teman-teman angkatan 1 dan 2 yang berminat segera SMS dengan format : Nama_angkatan_ukuran(M/L/XL/XXL) kirim ke 0852 2685 5828 sebelum 1 Juli 2010.
Nb. Ukuran standar Indonesia
Jumat, 26 Maret 2010
Rekan-rekan IMAKAHI, bangun dan jaga hubungan baik dengan stakeholders kita…!
Pagi 26 Februari 2010,, saya diundang untuk mengisi sebuah acara yang bertajuk “GET SPIRIT GET SPONSORSHIP”, yang diadakan oleh BEM Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Secara garis besarnya saya diminta untuk menyampaiakan bagaimana cara menjalin kerjasama dan mendapatkan sponsorship untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa/organisasi mahasiswa. Akhirnya materi saya buat 80% berdasarkan pengalaman saya selama kurang lebih 3,5 tahun ini aktif di lembaga kemahasiswaan, termasuk tentunya kegiatan-kegiatan terkait sponsorship dan kemitraan.
Rekan-rekan, VISI merupakan salah satu kegiatan yang saya nilai berhasil dengan misi kemitraannya. Sejauh ini juga VISI masih merupakan prestasi terbesar saya dalam menjalin kemitraan dan sponsorship. Materi yang saya sampaikan dalam acara “GET SPIRIT GET SPONSORSHIP” itu juga secara tidak langsung pernah saya sampaikan juga ke Manajemen VISI, dan hari ini saya coba menuliskannya untuk rekan-rekan semua.
Saya tidak akan berpanjang lebar karena kunci keberhasilan dari misi kemitraan VISI adalah kami mengoptimalkan sebuah hal kecil yang mungkin banyak dilupakan, adalah “The Power of Relationship”.
Ada beberapa pernyataan yang coba saya buat dan silakan pertanyakan kepada diri sendiri benar atau salahnya;
Mahasiswa (yang membawa nama organisasi)cenderung mendekati “sumber keuangan”nya hanya ketika ia butuh
(Mungkin) Ada hubungan baik yang sempat terbina, tapi selesai seiring dengan selesainya kegiatan yang digagas
Beberapa kasus lebih parah lagi : tidak ada LPJ!
Terjadi lose contact dengan Stakeholders terkait, minimal sampai kegiatan berikutnya (sampai butuh “dana” lagi)
Memposisikan Stakeholders tidak semestinya (hanya sebagai “sumber keuangan” tambahan)
Benar atau tidak, tapi itulah yang banyak terjadi, yang juga banyak dikeluhkan, dan harus segera diluruskan!
Beberapa orang menyebutnya “The Law of Connection”, yaitu mengerti apa yang menjadi ‘modalities&sub-modalities of communication’ seseorang serta paham bagaimana untuk melakukan ‘pacing and leading’ body language dan membangun ‘rapport’ yang kuat dengan orang lain. Bahasa gampangnya: JAGALAH HUBUNGAN BAIK, karena itulah yang akan memunculkan yang namanya “The Power of Relationship”.
Rekan-rekan, kita (IMAKAHI) memiliki banyak sekali stakeholder di luar sana. Stakeholder peternakan dan kesehatan hewan khususnya. Baik itu institusi pemerintah seperti PEMDA masing-masing, maupun swasta, dan swasta veteriner. Apalagi di masing-masing wilayah kita; Aceh, Bogor, Jogja, Bali, Surabaya, Malang, dsb. Sekarang pertanyakan lagi, sejauh mana hubungan kita (IMAKAHI) dengan stakeholders yang ada? Masihkah kita menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak yang pernah membantu kita?
Rekan-rekan, tidak perlu mahal atau ribet untuk menjaga hubungan baik. Kemajuan teknologi di abad ini sudah membuat jarak bukan halangan untuk bersilaturahmi. Contoh, minimal kirim sms untuk menanyakan kabar, atau mengucapkan selamat tahun baru misalnya. Kecil tapi berkelanjutan, untuk silaturahmi tetap terjaga. Karena, Kegiatan/sesuatu apapun yang continue(sustainable), walaupun sedikit tapi akan sangat berkesan. Sebaliknya kegiatan/apapun yang tidak continue (unsustainable), walaupun banyak dan besar tapi pengaruh dan kesuksesannya sangat kurang, bahkan akan hilang dimakan waktu. Yakinlah bahwa dengan menjaga hubungan baik, kita (personal/organisasi), akan banyak sekali mendapatkan manfaat, pun bisa memberikan manfaat.
Rekan-rekan, VISI merupakan salah satu kegiatan yang saya nilai berhasil dengan misi kemitraannya. Sejauh ini juga VISI masih merupakan prestasi terbesar saya dalam menjalin kemitraan dan sponsorship. Materi yang saya sampaikan dalam acara “GET SPIRIT GET SPONSORSHIP” itu juga secara tidak langsung pernah saya sampaikan juga ke Manajemen VISI, dan hari ini saya coba menuliskannya untuk rekan-rekan semua.
Saya tidak akan berpanjang lebar karena kunci keberhasilan dari misi kemitraan VISI adalah kami mengoptimalkan sebuah hal kecil yang mungkin banyak dilupakan, adalah “The Power of Relationship”.
Ada beberapa pernyataan yang coba saya buat dan silakan pertanyakan kepada diri sendiri benar atau salahnya;
Mahasiswa (yang membawa nama organisasi)cenderung mendekati “sumber keuangan”nya hanya ketika ia butuh
(Mungkin) Ada hubungan baik yang sempat terbina, tapi selesai seiring dengan selesainya kegiatan yang digagas
Beberapa kasus lebih parah lagi : tidak ada LPJ!
Terjadi lose contact dengan Stakeholders terkait, minimal sampai kegiatan berikutnya (sampai butuh “dana” lagi)
Memposisikan Stakeholders tidak semestinya (hanya sebagai “sumber keuangan” tambahan)
Benar atau tidak, tapi itulah yang banyak terjadi, yang juga banyak dikeluhkan, dan harus segera diluruskan!
Beberapa orang menyebutnya “The Law of Connection”, yaitu mengerti apa yang menjadi ‘modalities&sub-modalities of communication’ seseorang serta paham bagaimana untuk melakukan ‘pacing and leading’ body language dan membangun ‘rapport’ yang kuat dengan orang lain. Bahasa gampangnya: JAGALAH HUBUNGAN BAIK, karena itulah yang akan memunculkan yang namanya “The Power of Relationship”.
Rekan-rekan, kita (IMAKAHI) memiliki banyak sekali stakeholder di luar sana. Stakeholder peternakan dan kesehatan hewan khususnya. Baik itu institusi pemerintah seperti PEMDA masing-masing, maupun swasta, dan swasta veteriner. Apalagi di masing-masing wilayah kita; Aceh, Bogor, Jogja, Bali, Surabaya, Malang, dsb. Sekarang pertanyakan lagi, sejauh mana hubungan kita (IMAKAHI) dengan stakeholders yang ada? Masihkah kita menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak yang pernah membantu kita?
Rekan-rekan, tidak perlu mahal atau ribet untuk menjaga hubungan baik. Kemajuan teknologi di abad ini sudah membuat jarak bukan halangan untuk bersilaturahmi. Contoh, minimal kirim sms untuk menanyakan kabar, atau mengucapkan selamat tahun baru misalnya. Kecil tapi berkelanjutan, untuk silaturahmi tetap terjaga. Karena, Kegiatan/sesuatu apapun yang continue(sustainable), walaupun sedikit tapi akan sangat berkesan. Sebaliknya kegiatan/apapun yang tidak continue (unsustainable), walaupun banyak dan besar tapi pengaruh dan kesuksesannya sangat kurang, bahkan akan hilang dimakan waktu. Yakinlah bahwa dengan menjaga hubungan baik, kita (personal/organisasi), akan banyak sekali mendapatkan manfaat, pun bisa memberikan manfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)





